Senin, 19 Juli 2010

10 Alasan Ospek Harus Di Hapuskan

Budaya perbodohan Ospek terus dilestarikan untuk memenuhi nafsu kekuasaan dan ekspresi agresifitas sekelompok orang semata dalam lingkung pendidikan. Berikut ini ada 10 alasan mengapa OSPEK harus dihapuskan dari sistem pendidikan di Indonesia ==>

1. Ospek hanya melestarikan budaya feodal dengan mewajibkan para junior untuk menghormati paksa senior dan menuruti segala kehendak senior. Hanya terkesan memuaskan para senior yang sok gila kuasa dan menganggap rendah status mahasiswa baru tak lebih sebagai budaknya.

2. Pelaksanan Ospek selama ini yang bermaksud menanamkan kedisiplinan dengan hukuman dan bentakan hanyalah sebuah bentuk militerisasi dalam kampus. Ini adalah bentuk kemunafikan mahasiswa yang katanya anti militerisme dalam kampus tetapi malah melestarikan militerisme dari waktu ke waktu.


3. Penanaman nilai - nilai baru dalam waktu yang singkat dan dalam tekanan adalah sangat tidak efektif ditinjau dari faktor psikologi. Mahasiswa yang tidak tidur atau pun kelelahan karena mengerjakan setumpuk tugas tidak memiliki kesiapan maksimal untuk menerima informasi baru.

4. Pembuatan aneka atribut yang aneh - aneh merupakan suatu pemborosan uang dan waktu semata, tak sebanding dengan nilai - nilai yang ditanamkan dalam serangkaian aneka atribut tersebut.

5. Thorndike, seorang ahli psikologi pembelajaran mengatakan bahwa hukuman tidak efektif untuk meniadakan suatu perilaku tertentu. Begitu halnya dengan hukuman dan sansi pada Ospek tidak akan efektif membuat seorang mahasiswa untuk mehghilangkan perilaku - perilaku buruknya.

6. Kekuasaan sangat dekat dengan kekerasaan, maka tak heran jika panitia yang memiliki wewenang dan derajat lebih tinggi dari mahasiswa baru akan melakukan kekerasaan baik fisik maupun psikis kepada mahasiswa baru.

7. Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang Ospek merupakan sarana balas dendam bagi senior atas perilaku kakak kelas yang mereka alami pada waktu dulu. Rasa dendam akan selalu muncul dalam segala perlakuan yang menyakitkan, namun berhubung Ospek adalah suatu hal yang dilegalkan sehingga kesempatan membalas hanya mungkin dilakukan pada Ospek tahun berikutnya.

8. Ospek memang terbukti mengakrabkan para mahasiswa, namun proses keakraban pada mahasiswa akan terjadi dengan sendirinya ketika mahasiswa mulai beraktifitas dalam kampus tanpa perlu dipaksakan dalam suatu penderitaan.

9. Setiap orang memiliki kerentanan psikologis yang berbeda - beda, sehingga hukuman yang serampangan ataupun perlakuan yang menekan mental pada Ospek dapat menimbulkan suatu Trauma Psikologis tersendiri bagi beberapa orang. Trauma ini pada akhirnya akan menimbulkan abnormalitas kejiwaan seseorang.

10. Kenangan dalam Ospek hanya menciptakan romantisme tertentu ketika diceritakan beberpa waktu seteleh Ospek, namun tentunya setiap orang tidak ingin mengalami Ospek untuk beberapa kali lagi. Ini merupakan bukti bahwa setiap orang tidak menginginkan Ospek terjadi lagi dalam hidup mereka.

1 komentar:

FAISAL HILMI mengatakan...

cuku masuk akal tuh,,, argumantnya. Shob, kalau memang tips yang barusan Q buat tidak bisa, baiknya kamu ganti tamplate aza. itu artinya tamplate yg skarang kamu pakai kurang canggi. Thanks!